The Community Satisfaction Index as an Instrument for Evaluating Local Government Performance: A Case Study of Gianyar Regency, 2024
Kata Kunci:
Indeks Kepuasan Masyarakat, pelayanan publik, evaluasi kinerja, pemerintah daerah, GianyarAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Gianyar pada tahun 2024 melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), sekaligus menilai efektivitas IKM sebagai instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan PermenPANRB Nomor 14 Tahun 2017. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif deskriptif dengan lebih dari 400 responden yang tersebar di tujuh kecamatan Kabupaten Gianyar (Gianyar, Sukawati, Blahbatuh, Ubud, Tegallalang, Payangan, dan Tampaksiring), dipilih melalui stratified random sampling; instrumen pengukuran mengacu pada sembilan indikator baku IKM (persyaratan, prosedur, waktu, biaya, spesifikasi layanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, serta sarana dan prasarana) dengan skala Likert 1-4, dikonversi ke skala 25-100 sesuai PermenPANRB No. 14/2017. Temuan: Nilai IKM Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencapai 81,55, kategori Baik, meningkat 1,41 poin dari tahun 2023 (80,14); unsur dengan skor tertinggi adalah penanganan pengaduan (3,67), prosedur (3,64), dan sarana prasarana (3,62), sementara persyaratan (3,02), perilaku pelaksana (3,01), dan biaya (3,10) masih menjadi titik lemah, mencerminkan ketimpangan antara kemajuan reformasi struktural dan lambatnya transformasi kultural aparatur. Implikasi: IKM berfungsi tidak hanya sebagai instrumen evaluasi teknis, tetapi juga sebagai basis kebijakan berbasis bukti dan mekanisme akuntabilitas sosial; peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, penyederhanaan persyaratan layanan, serta penguatan kanal pengaduan digital direkomendasikan sebagai langkah strategis bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar.